Prosentase Protein, Lemak dan Karbohidrat dalam Sekali Makan di Diet Hewani


Dalam Diet Hewani (disebut sebagai Animal-Based Diet di luar negeri), fokus utamanya adalah mengonsumsi makanan yang memiliki kepadatan nutrisi tinggi dan tingkat toksisitas tanaman yang rendah. Berbeda dengan diet Keto yang sangat membatasi karbohidrat, apalagi karnivora murni, diet ini memberikan ruang bagi karbohidrat dari sumber spesifik.

​Berikut adalah rincian porsi ideal untuk sekali makan dalam Diet Hewani (Diet Kodrati):


​1. Persentase Berdasarkan Kalori (Target Nutrisi)

​Secara kalori, lemak akan selalu mendominasi karena kepadatan energinya (1 gram lemak = 9 kalori, sedangkan protein/karbohidrat = 4 kalori).

MakronutrisiPersentase KaloriPeran Utama
Lemak55% – 60%Sumber energi utama dan pendukung hormon.
Protein25% – 30%Perbaikan jaringan dan massa otot.
Karbohidrat10% – 20%Mendukung fungsi tiroid dan pemulihan energi.

2. Persentase Berdasarkan Volume Piring (Visual)

​Secara visual, piring Anda tidak akan terlihat penuh dengan lemak karena lemak biasanya sudah menyatu di dalam daging atau digunakan sebagai pengolah. Berikut adalah panduan pembagian piring makan Anda:

​Porsi Utama: 70% – 75% (Daging & Organ)

​Ini adalah bagian terbesar dari piring Anda.

  • ​Gunakan potongan daging yang berlemak (seperti ribeye, paha ayam dengan kulit, atau daging giling 80/20).
  • ​Sertakan sedikit organ (seperti hati sapi) setidaknya beberapa kali seminggu untuk mencukupi kebutuhan mikronutrisi.
  • ​Lemak tambahan (seperti mentega atau tallow) biasanya sudah meresap di sini.

Porsi Pendamping: 25% – 30% (Buah & Madu)

​Sisa piring Anda diisi dengan sumber karbohidrat yang rendah toksisitas.

  • ​Pilih buah-buahan yang matang sempurna (seperti mangga, pisang, beri, atau alpukat).
  • ​Satu atau dua sendok makan madu mentah bisa ditambahkan sebagai pelengkap rasa atau sumber energi instan.


​Contoh Ilustrasi Sekali Makan

​Jika Anda memiliki piring makan standar, bayangkan pembagiannya seperti ini:

  1. Setengah piring lebih sedikit: Diisi oleh 200–250 gram daging sapi berlemak (misalnya steak atau daging tumis).
  2. Seperempat piring lebih sedikit: Diisi oleh satu buah pisang atau segenggam buah beri.
  3. Tambahan: Sedikit hati sapi (seukuran dua jari) dan siraman sedikit madu di atas buah atau langsung dikonsumsi.

Tips: Jika Anda merasa lemas atau cepat lapar setelah makan, biasanya itu pertanda Anda perlu meningkatkan persentase lemak. Jika Anda merasa sulit tidur atau performa olahraga menurun, Anda mungkin perlu sedikit meningkatkan persentase karbohidrat dari buah.

​Apakah Anda ingin saya memberikan contoh menu lengkap untuk satu hari (sarapan, makan siang, dan makan malam) dengan rasio ini?


Contoh Menu Sehari

Berikut adalah contoh menu lengkap satu hari untuk Diet Hewani (Diet Kodrati) yang dirancang untuk memenuhi rasio ideal: ~60% Lemak, ~30% Protein, dan ~10% Karbohidrat secara kalori.

​Menu ini mengutamakan sumber hewani berkualitas tinggi dan buah-buahan rendah toksisitas yang umum ditemukan di Indonesia.


​Menu Satu Hari: Diet Hewani (Diet Kodrati)

Waktu MakanKomponen Utama (75% Piring)Komponen Karbohidrat (25% Piring)
Sarapan3–4 Telur ayam kampung (dimasak dengan mentega/tallow) + 100g daging sapi giling.1 Buah pisang matang + 1 sdt madu mentah.
Makan Siang200g Ribeye steak atau daging sapi berlemak + 30g hati sapi (sumber vitamin).½ Buah pepaya ukuran sedang atau mangga matang.
Makan Malam200g Paha ayam dengan kulit atau domba bakar + sedikit keju tua (opsional).1 Buah alpukat (lemak & serat) + 1 sdm madu mentah.

Rincian Detail Setiap Sesi Makan

​1. Sarapan: Energi Lemak & Protein

​Tujuan sarapan dalam diet ini adalah memberikan rasa kenyang yang lama tanpa lonjakan insulin yang ekstrem dari nasi, gandum atau sereal.

  • Protein & Lemak: Telur memberikan kolin dan protein, sementara daging sapi giling memberikan zat besi. Pastikan Anda memasaknya menggunakan lemak hewani seperti tallow (lemak sapi) atau mentega (butter) asli, bukan minyak goreng sawit atau margarin. Anda juga bisa memakai VCO dalam hal ini.
  • Karbohidrat: Pisang memberikan kalium dan energi cepat untuk memulai aktivitas pagi.


​2. Makan Siang: Padat Nutrisi (Nutrient Density)

​Makan siang adalah waktu terbaik untuk memasukkan organ dalam (seperti hati) karena konsentrasi vitamin A, B12, dan folatnya yang sangat tinggi.

  • Protein & Lemak: Pilih potongan daging yang memiliki serat lemak putih (marbling). Hati sapi cukup dikonsumsi dalam porsi kecil (seukuran dua jari) namun sangat vital untuk kesehatan jangka panjang.
  • Karbohidrat: Pepaya sangat baik untuk membantu pencernaan protein karena mengandung enzim papain alami.


​3. Makan Malam: Pemulihan & Hormon

​Makan malam fokus pada pemulihan tubuh dan menjaga kualitas tidur.

  • Protein & Lemak: Paha ayam atau daging domba memiliki profil lemak yang baik. Alpukat ditambahkan di sini karena meskipun secara botani adalah buah, ia kaya akan lemak sehat yang mendukung produksi hormon saat Anda tidur.
  • Karbohidrat: Madu di malam hari dapat membantu menstabilkan glikogen hati, yang sering kali membantu orang tidur lebih nyenyak dan mencegah terbangun di tengah malam.


​Tips Tambahan agar Diet Lebih Efektif:

  1. Garam: Gunakan garam laut (Sea Salt) atau garam Himalaya secara melimpah pada daging Anda. Diet rendah karbohidrat cenderung membuat tubuh membuang natrium lebih cepat.
  2. Hidrasi: Minumlah air mineral berkualitas atau air kelapa (tanpa gula tambahan) sebagai sumber elektrolit alami.
  3. Kematangan Buah: Pastikan buah yang Anda konsumsi benar-benar matang untuk meminimalkan kandungan antinutrisi seperti lektin yang ada pada buah mentah.

Awan (Andreas Hermawan)

Danton Awan

Seorang praktisi medis holistik Ananopathy yang mempraktekkan pengobatan dengan nutrisi.

Lebih baru Lebih lama